72 Tahun Pendakian Everest Pemanjat Pemula

72 Tahun Pendakian Everest Pemanjat Pemula

72 Tahun Pendakian Everest Pemanjat Pemula

72 Tahun Pendakian Everest Pemanjat Pemula- Selain tergantung cuaca, kehadiran pemanjat pendatang baru ditaksir jadi dilema di Everest.

Bersamaan dengan berakhirnya era pendakian, ratusan badan komunitas pemanjat gunung Nepal melangsungkan karnaval serta atraksi- atraksi konvensional di Kathmandu. Ini pula memperingati 72 tahun kesuksesan kencana69 menggapai pucuk Gunung everest yang dicoba masyarakat Selandia Terkini, Edmund Hillary, serta serpa Tenzing Norgay pada 29 Mei 1953.

” Kita memperingati bertepatan pada 29 Mei selaku Hari Sagarmatha( Everest) Global sebab bumi butuh lalu membenarkan pendapatan serta partisipasi Sir Edmund Hillary serta Tenzing Norgay,” tutur Ang Tshering, pengelola Asian Trekking berplatform di Kathmandu.

Kegiatan itu bukan cuma keramaian untuk komunitas pemanjat gunung, melainkan pula pergelaran untuk Nepal serta bumi, tutur Tshering, yang sudah menolong ratusan konsumen menaiki pucuk Himalaya.

Nepal mempunyai 8 pucuk paling tinggi di bumi serta tiap tahun ratusan pemanjat asing melambung ke negeri di Asia Selatan itu buat menaklukkan pegunungan. Para pemanjat carter ribuan orang di Nepal buat menolong pendakian. Mereka menolong bawa perkakas, memasak santapan, serta menjaga mereka sepanjang berminggu- minggu di pegunungan.

Penguasa Nepal memperoleh pendapatan dengan mengakulasi duit dari para pemanjat lewat bayaran permisi.

Akhir Mei men catat berakhirnya masa pendakian gunung di masa semi. Beberapa besar pendakian Everest serta pucuk Himalaya dicoba pada April serta Mei dikala situasi cuaca sangat mensupport.

” Hari ini pula dirayakan buat men catat berakhirnya masa pendakian di mana kita mengakulasi para pemanjat serta komunitas,” tutur Jiban Ghimire dari Shangri- La Nepal Jalan.

Bagi Unit Pendakian Gunung Nepal, 468 pemanjat asing dari 57 negeri menyambut permisi buat menaiki Everest pada akhir Mei bersama dengan jumlah pembimbing gunung Nepal yang nyaris serupa.

Banyak yang sukses menaiki pucuk, namun para administratur sedang berusaha memandu berapa banyak yang menggapai pucuk setinggi 8. 849 m( 29. 032 kaki). Para pemanjat wajib melapor ke unit dengan fakta kalau mereka sudah menggapai pucuk serta mensterilkan kotor mereka saat sebelum mereka diserahkan akta sah.

Everest diserbu pendaki

Ratusan pemanjat serta serpa menaiki Gunung Everest bulan ini di Nepal, berjuang melawan cuaca kurang baik buat menggapai pucuk gunung paling tinggi di bumi saat sebelum masa pendakian selesai.

Terdaftar, beberapa pemanjat sukses menggapai pucuk pada medio Mei, namun situasi cuaca yang luang memburuk sepanjang berhari- hari menimbulkan banyak pemanjat terdesak mundur ke basecamp, tercantum serpa Kita Rita, yang berupaya membongkar rekornya sendiri dengan menaiki pucuk buat ke- 31 kalinya.

Rita kesimpulannya sukses menaiki pucuk setinggi 8. 849 m( 29. 032 kaki) pada 27 Mei, namun sebagian pemanjat tidak seberuntung itu.

Arah mengarah pucuk dilengkapi dengan tangga serta ikatan, namun tali- tali itu dilepas pada akhir Mei, yang men catat berakhirnya masa pendakian saat sebelum masa hujan. Pada masa hujan ini umumnya hendak terjalin hujan rimbun serta cuaca kurang baik.

Bagi Unit Pendakian Gunung Nepal, 468 pemanjat asing dari 57 negeri diberi permisi buat menaiki Everest pada akhir Mei. Sebab terbatasnya durasi cuaca bagus di dekat pucuk, banyak pemanjat berjajar, terikat pada satu ikatan pengaman, yang diketahui selaku” kemacetan kemudian rute Everest”.

” Dengan cara totalitas, cuaca merupakan kunci pendakian di Everest. Situasinya sering- kali tidak serupa dengan ditaksir cuaca. Serta kedua, tempat itu marak sebab bagus pemanjat handal ataupun pendatang baru terletak di situ pada durasi yang serupa,” tutur serpa Pasang Rinji meningkatkan kalau pergerakannya lelet diakibatkan sebagian pemanjat pendatang baru yang kurang profesional. Pasang Rinji sudah menaiki pucuk itu 2 kali namun terdesak mundur kali ini sebab beliau sakit di gunung.

Beliau berkata, terdapat banyak permasalahan flu serta” batu berdahak Khumbu”, yang dipanggil bagi suatu area di Everest, yang melanda pemanjat di lapangan besar. Sebagian pemanjat serta pembimbing terdesak meninggalkan ketinggian ataupun menunda pendakian mereka, tuturnya.

” Dikala ini terdapat pemanjat pendatang baru yang tidak mempunyai pengalaman ataupun wawasan serta para handal pada dikala yang serupa, serta ini yang jadi permasalahan,” tuturnya.” Wajib terdapat wawasan bawah untuk para pemanjat buat memakai perkakas dengan betul serta senantiasa nyaman dikala menaiki Everest.”

Sedangkan dalam pertemuan dengan dekat 100 pemanjat dari semua bumi yang sempat sukses menggapai pucuk Everest, Menteri Pariwisata Nepal Badri Prasad Pandey berkata kalau mereka mempunyai” peranan buat mencegah” Himalaya dari resiko yang ditimbulkan pergantian hawa serta melonjaknya jumlah pemanjat yang berupaya menaiki puncak- puncak gunung di area itu, spesialnya Everest.

Penguasa Nepal tahun kemudian membiayai regu angkatan serta serpa buat mensterilkan 11 ton kotor, 4 jenazah, serta kerangka dari Everest sepanjang masa pendakian.

Nepal tidak mempunyai ketentuan mengenai berapa hari yang wajib dihabiskan pemanjat buat membiasakan diri ataupun melaksanakan bimbingan pendakian. Permisi buat menaiki Everest, yang tiap- tiap dengan harga 11, 000 dollar Amerika Sindikat legal sepanjang 90 hari. Masa pendakian umumnya selesai pada akhir Mei.

Semenjak dikalahkan pada tahun 1953 oleh Edmund Hillary dari Selandia Terkini serta serpanya, Tenzing Norgay, Gunung everest sudah didaki ribuan kali serta tiap tahun ratusan orang yang lain berupaya menggapai puncaknya.

Kepopuleran tantangan ini membuat para pemanjat mengalami resiko yang lebih besar sebab antrean jauh di arah mengarah pucuk berlarian dengan durasi serta cuaca bagus yang berjalan pendek. Umumnya antrean ini terjalin sebab rute kecil mengarah pucuk yang mewajibkan pemanjat lewat punggung busut yang licin serta lereng terjal.

Ini diperparah dengan tingkatan pengalaman sebagian pemanjat, yang menaruh diri mereka pada resiko dan membuat pendakian jadi beresiko untuk orang lain.

” Permasalahan serta kebingungan terbanyak dikala ini merupakan kepadatan pemanjat,” tutur Adriana Brownlee, perempuan paling muda yang menaiki 14 pucuk paling tinggi di bumi.” Kita butuh membenarkan kalau mereka( banyak orang di gunung) seluruhnya profesional dalam bumi pendakian gunung. Jadi bila mereka kesusahan( ataupun) mereka seorang diri serta suatu terjalin, mereka ketahui gimana metode melindungi diri.”

Pemanjat Nepal Purnima Shrestha berkata, usaha buat menaiki Gunung Everest sudah jadi sangat menguntungkan.” Namun tidak seluruh orang di situ sedia dengan cara raga serta penuh emosi buat menaiki pucuk, itu tidak meluhurkan Everest,” tuturnya.” Inilah alibi kenapa terdapat banyak kemacetan kemudian rute dalam ekspedisi mengarah pucuk.”( AP atau AFP)